Pages

Klik Aja deh

SELAMAT DATANG DI WEB TIDAK RESMI KABUPATEN SLEMAN

Selasa, 23 Juli 2013

Merapi Hujan Abu Senin, 22 Juli 2013

Sleman, Senin 22 Juli 2013 pada pukul 04.15, telah terjadi aktifitas Gunung Merapi yang berupa hembusan awan panas disertai hujan air yang menyebabkan terjadinya hujan abu dan terbawa angin ke arah timur, selatan, dan tenggara. Di Glagahharjo hujan abu bercampur dengan pasir, menyebabkan masyarakat terutama di Dusun Kali Tengah lor, Kali Tengah Kidul dan sekitarnya, merasa khawatir sehingga sekitar 500 orang warga setempat mengungsi ke balai Desa Glagahharjo. Pada pukul 06.30 telah diinformasikan oleh BPPTK (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian) Yogyakarta bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan status Gunung Merapi, karena statusnya dalam kondisi aktif normal, dan menghimbau masyarakat untuk segera pulang kerumah masing-masing. Hingga saat ini masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing.  Dalam keterangan yang diberikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Yuli Setiono, bahwa, masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap waspada dan siaga untuk menunggu informasi lebih lanjut dari BPPTK Yogyakarta, sehingga sewaktu-waktu masyarakat diinstruksikan untuk mengungsi dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.  Kepala BPBD Sleman telah melakukan koordinasi dengan dinas instansi terkait, hingga pemerintah desa untuk memperoleh data kondisi di lapangan yang valid dan faktual. Sehingga dapat ditempuh upaya-upaya strategis untuk kesiapsiagaan tiap-tiap wilayah jika dibutuhkan, seperti kesiapan barak pengungsian, jalur evakuasi, kendaraan evakuasi, jumlah ternak dan lain-lain. 

Asisten Sekda Bidang Pembangunan, Suyamsih memberikan keterangan bahwa, untuk jalur evakuasi dan barak pengungsian akan segera di lakukan pengecekan dalam waktu dekat ini, apabila ada yang perlu dibenahi akan segera dibenahi agar nantinya ketika benar-benar dipakai untuk pengungsian fasilitasnya sudah siap. Dalam rapat koordinasi tersebut para kepala Desa yang wilayahnya menjadi  lokasi normalisasi aliran sungai yang berhulu di Merapi, bersepakat untuk menghentikan kegiatan normalisasi sungai mulai hari ini sampai dengan kondisi yang dinilai lebih aman lagi untuk meminimalisir resiko. Kesepakatan tersebut didukung Pemerintah Kabupaten Sleman dan akan mengakomodasi usulan dengan menerbitkan surat edaran yang mengatur penghentian kegiatan normalisasi sungai.  Sementara itu Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menghimbau agar masyarakat menggunakan masker apabila beraktifitas diluar ruangan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari gangguan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas).  Untuk itu Dinas kesehatan telah mendistribusikan masker kepada Puskesmas Cangkringan sejumlah 2200 buah, puskesmas Turi 6000 buah, Puskesmas Pakem 2700, Puskesmas Ngemplak 1 500 buah, Pemerintah desa dan sekolah-sekolah yang terkena dampak hujan abu. Sementara itu kondisi stok masker yang ada di gudang Dinkes Sleman sebanyak 112.000 buah. Bupati Sleman yang saat ini sedang berada di Jepang bersama dengan Surono Kepala PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi dan Kepala BPPTK Subandriyo, untuk menghadiri konfrensi kegunung apian, menghimbau kepada masayarakat agar tetap tenang, karena Gunung Merapi memiliki pola seperti Gunung Sakurajima yang berada di Jepang, yang hampir setiap hari mengeluarkan letusan yang mengakibatkan hujan abu dan sedikit pasir,  masyarakat diminta untuk menunggu arahan BPPTK dan jangan mengambil kesimpulan sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar