Pages

Klik Aja deh

SELAMAT DATANG DI WEB TIDAK RESMI KABUPATEN SLEMAN

Kamis, 07 April 2011

Yogyakarta, Kota Dengan Tata Letak Terbaik Di Dunia

Kota Yogyakarta yang dibangun pada tahun 1755, bersamaan dengan dibangunnya Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I di Hutan Beringin, berada di kawasan antara sungai Winongo dan sungai Code. Disuatu kawasan yang sangat strategis untuk segi pertahanan keamanan pada waktu itu. Namun kalau kita amati secara lebih mendalam , ada satu hal yang membuat kita lebih takjub lagi, yaitu tentang tata letak kotanya. Sebab tata letak kota Jogja adalah tata letak kota yang terbaik di dunia!!!
Betapa tidak, bila kita lihat tata letak jogja yang dibangun dari arah selatan yaitu panggung krapyak kearah utara sampai dengan tugu sangatlah tertata sekali serta mengandung banyak falsafah; padahal blueprint tata letak kota tersebut dibuat pada zaman dimana dinegara kita belum semaju saat ini. 

Bagi anda yang belum mengetahui dimana letak kehebatan tata kota jogja, inilah detail urutan bangunan beserta falsafahnya : 





1.Krapyak adalah gambaran asal roh-roh. Di sebelah utaranya terletak kampong Mijen, berasal dari perkataan Wiji (benih), jalan lurus ke utara, dikanan kiri dihiasi pohon Asem dan Tanjung, menggambarkan kehidupan sang anak yang lurus, bebas dari rasa sedih dan cemas, rupanya nengsemake serta di sanjung-sanjung (tanjung) selalu.


2.Plengkung Nirbaya ( Plengkung Gading ), Plengkung ini menggambarkan periode sang anak menginjak dari masa kanak-kanak ke masa pra puber. Dimana sifatnya masih nengsemake ( pohon asem) dan suka menghias diri (nata sinom). Sinom merupakan daun asem yang masih muda.





3.Alun-alun selatan. Disini terdapapat dua pohon beringin yang disebut Wok. Wok berasal dari kata brewok. Dua pohon beringin ditengah-tengah alun-alun ini menggambarkan bahagian badan yang paling rahasia, oleh karena itu diberi pagar batu. Disekitar alun-alun inin terdapat lima buah jalan yang bersatu satu sama lain, menunjukkan pancaindra. Tanah berpasir artinya belum teratur lepas satu sama lain. Apa yang ditangkap belum teratur oleh pancaindra. Keliling alun-alun ditanami pohon Kweni dan Pakel artinya sang anak sudah wani (berani karena sudah akil balig)

4.Sitihinggil, arti harafiahnya tanah yang ditinggikan. Disini terdapat sebuah tratag atau tempat istirahat beratap anyaman bambu. Kanan kiri tumbuh pohon gayam dengan daun-daunnya yang rindang serta bunga-bunganya harum wangi. Siapa saja yang berteduh dibawah tratag ini akan merasa aman, tenteram senang dan bahagia. Menggambarkan rasa pemuda-pemudi yang sedang di rindu asmara. Konsep lain dengan esensi sama disampaikan bahwa Sitihinggil terdapat dua bangunan untuk penjagaan abdi dalem Gandheng=penghubung=penggandeng. Nama depan hamba (abdi) ini adalah Duto dan Jiwo, dengan maksud andudut Jiwa = Jiwanya ditarik bersamaan antara laki-laki dan perempuan menyalakan api percintaan.


5.Halaman kemandungan, menggambarkan benih dalam kandungan sang ibu.



6.Regol Gadung mlati sampai kemagangan merupakan jalan yang sempit kemudian melebar dan terang benderang. Suatu gambaran Anatomis kelahiran sang bayi. Disekeliling bangunan Siti Inggil (Sasana Inggil) ini terdapat jalan yang menuju ke halaaman Kemagangan. Jalan di kiri kanan ini disebut Pamengkang. Pamengkang berasal dari Mekangkang, posisi kaki yang berjauhan satu sama lain. Posisi ini menunjukkan keadaan seorang ibu yang akan melahirkan . disini bayi kemudian magang (kemagangan) menjadi calon manusia yang sesungguhnya.



7.Bangsal Mangun-Tur-Tangkil, sebuah bangsal kecil yang terletak di tratag Sitihinggil. Jadi sebuah bangsal di dalam bangsal yang mempunyai arti bahwa di dalam badan kita (wadag) ada roh atau jiwa. Manguntur Tangkil berarti tempat yang tinggi untuk anangkil, yaitu menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa dengan cara mengeheningkan cipta atau bersemedi. Di belakang bangsal ini terdapat sebuah bangsal lagi yang disebut bangsal Witono, yang mengandung arti wiwit ono (mulailah), merupakan awal kegiatan spiritual manusia mendekatkan diri dengan Tuhan.


8.Tarub Hagung, merupakan bangunan 4 tiang dari pilar yang mempunyai bentuk empat persegi. Arfti bangunan ini adalah : siapa yang gemar semedi sujud kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berada selalu dalam keagungan.


9.Pagelaran, yang berasal dari kata Pagel = pagol = pager = batas dan aran =nama. Dimana habislah perbedaan manusia baik laki-laki maupun perempuan, terutama di hadapan Tuhan. Sehingga semua kalangan di dalam kraton menggunakan bahasa sama yaitu kramma inggil yang dirubah, yang disebut bahasa bagongan.


10.Alun-alun utara (lor) menggambarkan suasana nglangut, suasana sepi, suasana hati kita dalam samadi. Pohon beringin di tengah alun-alun menggambarkan suasana seakan-akan kita terpisah dari diri sendiri. Mikrokosmos bersatu dalam makrokosmos. Simpang empat sebelah utara menunjukkan godaan dalam semedi. Apakah kita jalan lurus (Siratal Mustaqim) atau menyimpang kekanan-kekiri.



11.Pasar Beringharjo, pusat godaan setelah kita mengambil jalan lurus berupa godaan akan wanita cantik, makanan yang lezat serta barang-barang mewah.


12.Kepatihan, lambing godaan akan kedudukan atau kepangkatan.


13.Sampailah kita pada Tugu, symbol tempat Alif Mutakaliman Wachid, bersatunya kawula lan Gusti bersatunya hamba dan Tuhan 

sumber: http://danish56.blogspot.com

Rabu, 06 April 2011

Daftar Nama Kecamatan Kelurahan/Desa & Kodepos Di Kota/Kabupaten Sleman Jogjakarta


Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta), Republik Indonesia.


1. Kecamatan Berbah
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Berbah di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Jogo Tirto (Kodepos : 55573)
- Kelurahan/Desa Kali Tirto (Kodepos : 55573)
- Kelurahan/Desa Sendang Tirto (Kodepos : 55573)
- Kelurahan/Desa Tegal Tirto (Kodepos : 55573)
2. Kecamatan Cangkringan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cangkringan di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Argo Mulyo (Kodepos : 55583)
- Kelurahan/Desa Glagah Harjo (Kodepos : 55583)
- Kelurahan/Desa Kepuh Harjo (Kodepos : 55583)
- Kelurahan/Desa Umbul Harjo (Kodepos : 55583)
- Kelurahan/Desa Wukir Sari (Kodepos : 55583)
3. Kecamatan Depok
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Depok di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Catur Tunggal (Kodepos : 55281)
- Kelurahan/Desa Maguwoharjo (Kodepos : 55282)
- Kelurahan/Desa Condong Catur (Kodepos : 55283)
4. Kecamatan Gamping
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Gamping di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Trihanggo (Kodepos : 55291)
- Kelurahan/Desa Banyuraden (Kodepos : 55293)
- Kelurahan/Desa Ambarketawang (Kodepos : 55294)
- Kelurahan/Desa Balecatur (Kodepos : 55295)
- Kelurahan/Desa Nogotirto (Kodepos : 55592)
5. Kecamatan Godean
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Godean di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Sidoagung (Kodepos : 55264)
- Kelurahan/Desa Sidoarum (Kodepos : 55264)
- Kelurahan/Desa Sidokarto (Kodepos : 55264)
- Kelurahan/Desa Sidoluhur (Kodepos : 55264)
- Kelurahan/Desa Sidomoyo (Kodepos : 55264)
- Kelurahan/Desa Sidomulyo (Kodepos : 55264)
- Kelurahan/Desa Sidorejo (Kodepos : 55264)
6. Kecamatan Kalasan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kalasan di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Purwo Martani (Kodepos : 55571)
- Kelurahan/Desa Selo Martani (Kodepos : 55571)
- Kelurahan/Desa Taman Martani (Kodepos : 55571)
- Kelurahan/Desa Tirto Martani (Kodepos : 55571)
7. Kecamatan Minggir
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Minggir di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Sendang Arum (Kodepos : 55562)
- Kelurahan/Desa Sendang Mulyo (Kodepos : 55562)
- Kelurahan/Desa Sendang Rejo (Kodepos : 55562)
- Kelurahan/Desa Sendangagung (Kodepos : 55562)
- Kelurahan/Desa Sendangsari (Kodepos : 55562)
8. Kecamatan Mlati
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mlati di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Sinduadi (Kodepos : 55284)
- Kelurahan/Desa Sendangadi (Kodepos : 55285)
- Kelurahan/Desa Tlogoadi (Kodepos : 55286)
- Kelurahan/Desa Tirtoadi (Kodepos : 55287)
- Kelurahan/Desa Sumberadi (Kodepos : 55288)
9. Kecamatan Moyudan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Moyudan di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Sumber Agung (Kodepos : 55563)
- Kelurahan/Desa Sumberarum (Kodepos : 55563)
- Kelurahan/Desa Sumberrahayu (Kodepos : 55563)
- Kelurahan/Desa Sumbersari (Kodepos : 55563)
10. Kecamatan Ngaglik
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ngaglik di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Donoharjo (Kodepos : 55581)
- Kelurahan/Desa Minomartani (Kodepos : 55581)
- Kelurahan/Desa Sardonoharjo (Kodepos : 55581)
- Kelurahan/Desa Sari Harjo (Kodepos : 55581)
- Kelurahan/Desa Sinduharjo (Kodepos : 55581)
- Kelurahan/Desa Suko Harjo (Kodepos : 55581)
11. Kecamatan Ngemplak
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ngemplak di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Bimo Martani (Kodepos : 55584)
- Kelurahan/Desa Sindumartani (Kodepos : 55584)
- Kelurahan/Desa Umbulmartani (Kodepos : 55584)
- Kelurahan/Desa Wedomartani (Kodepos : 55584)
- Kelurahan/Desa Widodo Martani (Kodepos : 55584)
12. Kecamatan Pakem
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pakem di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Candi Binangun (Kodepos : 55582)
- Kelurahan/Desa Hargo Binangun (Kodepos : 55582)
- Kelurahan/Desa Harjo Binangun (Kodepos : 55582)
- Kelurahan/Desa Pakem Binangun (Kodepos : 55582)
- Kelurahan/Desa Purwo Binangun (Kodepos : 55582)
13. Kecamatan Prambanan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Prambanan di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Boko Harjo (Kodepos : 55572)
- Kelurahan/Desa Gayam Harjo (Kodepos : 55572)
- Kelurahan/Desa Madu Rejo (Kodepos : 55572)
- Kelurahan/Desa Sambi Rejo (Kodepos : 55572)
- Kelurahan/Desa Sumber Harjo (Kodepos : 55572)
- Kelurahan/Desa Wukir Harjo (Kodepos : 55572)
14. Kecamatan Seyegan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Seyegan di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Margoagung (Kodepos : 55561)
- Kelurahan/Desa Margodadi (Kodepos : 55561)
- Kelurahan/Desa Margokaton (Kodepos : 55561)
- Kelurahan/Desa Margoluwih (Kodepos : 55561)
- Kelurahan/Desa Margomulyo (Kodepos : 55561)
15. Kecamatan Sleman
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sleman di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Tridadi (Kodepos : 55511)
- Kelurahan/Desa Pandowo Harjo (Kodepos : 55512)
- Kelurahan/Desa Tri Mulyo (Kodepos : 55513)
- Kelurahan/Desa Triharjo (Kodepos : 55514)
- Kelurahan/Desa Catur Harjo (Kodepos : 55515)
16. Kecamatan Tempel
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tempel di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Banyu Rejo (Kodepos : 55552)
- Kelurahan/Desa Lumbung Rejo (Kodepos : 55552)
- Kelurahan/Desa Margo Rejo (Kodepos : 55552)
- Kelurahan/Desa Merdiko Rejo (Kodepos : 55552)
- Kelurahan/Desa Moro Rejo (Kodepos : 55552)
- Kelurahan/Desa Pondok Rejo (Kodepos : 55552)
- Kelurahan/Desa Sumber Rejo (Kodepos : 55552)
- Kelurahan/Desa Tambak Rejo (Kodepos : 55552)
17. Kecamatan Turi
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Turi di Kota/Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta (DIY / Daerah Istimewa Yogyakarta / Jogjakarta) :
- Kelurahan/Desa Bangun Kerto (Kodepos : 55551)
- Kelurahan/Desa Donokerto (Kodepos : 55551)
- Kelurahan/Desa Giri Kerto (Kodepos : 55551)
- Kelurahan/Desa Wono Kerto (Kodepos : 55551)
sumber : http://organisasi.org

Senin, 04 April 2011

Potensi Wilayah Kab. Sleman

Pariwisata

Kecamatan-Kecamatan di Kabupaten Sleman
Batas Wilayah

    • Utara : Kabupaten Magelang (Jawa Tengah)
    • Timur : Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali (Jawa Tengah)
    • Selatan : Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul
    • Barat : Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Magelang.
    Bupati - Bupati yang pernah menjabat di Kabupaten Sleman
      1. KRT Pringgodiningrat (1945-1947) 
      2. KRT Projodiningrat (1947-1950)
      3. KRT Dipodiningrat (1950-1955)
      4. KRT Prawirodiningrat (1955-1959)
      5. KRT. Murdodiningrat (1959-1974)
      6. KRT Tedjo Hadiningrat (1974 / 3 Bulan)
      7. Drs. KRT. H. Prodjosuyoto Hadiningrat (1974-1985)
      8. Drs. Samirin (1985-1990)
      9. H. Arifin Ilyas (1990-2000)
      10. Drs. Ibnu Subiyanto, Akt (2000-2008)
      11. Drs.H. Sri Purnomo,M.Si (2008-2010/Plt Bupati)
      12. Drs.H. Sri Purnomo,M.Si (2010-2015)
      Sumber : http://id.wikipedia.org/

        Pusaka dan Identitas Daerah

        Kyai Turunsih
        Kabupaten Sleman memiliki tombak "Kyai Turunsih Tangguh Ngayogyakarto", pemberian dari Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Sabtu Kliwon 15 Mei 1999 (Tanggal Jawa, 29 Sapar 1932 Ehe). Penyerahan Pusaka tersebut kepada Bupati Sleman, dikawal 2 bergada prajurit Kraton Yogyakarta yakni Bregada Ketanggung berbendera Cakraswandana dan Bregada Mantrijero berbendera Purnamasidi. Pusaka itu dibawa seorang abdi Keraton Yogyakarta, KRT Pringgohadi Seputra.
        Tombak Kyai Turunsih memiliki dhapur (pangkal) cekel beluluk Ngayogyakarta dan pamor beras wutah (wos wutah) wengkon. Pamor pusaka itu sesuai kondisi Sleman sebagai gudang berasnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Tombak tersebut memiliki panjang sepanjang kurang lebih 270 cm dan pangkal sepanjang 49 cm.
          Menurut Sri Sultan Hamengku Buwono X, Tombak Kyai Turunsih mengisyaratkan laku ambeg paramarta, dijiwai olah rasa kasih sayang, yang mencakup wilayah se Kabupaten Sleman sebagaimana sebuah keluarga besar yang harmonis, mulat sarira sesuai hari jadinya 'Anggana Catur Sarira Tunggal yang terbaca tahun 1846 Jawa. Candra Sengkala tersebut mengemukakan sikap kearifan tradisional di empat penjuru yang manunggal pada jiwa kesatuan, yang menjadi unsur kasepuhannya.

            Salak Pondoh
            Salak Pondoh (Sallaca edulis Reinw cv Pondoh) dalam kajian ilmiah termasuk divisi Spermatophyta (tumbuhan berbiji) dengan sub divisi Angiospermae (berbiji tertutup). Sedangkan klasifikasi kelasnya adalah Monocotyledoneae (biji berkeping satu), yang termasuk bangsa Arecales, suku Arecaceae Palmae (keluarga Palem) dan marga Salacca jenis Salacca edulis Reinw dengan anak jenis Salacca edulis Reinw cv Pondoh.
            Tanaman ini dipilih menjadi flora identitas Kabupaten Sleman karena merupakan jenis tanaman Salak khas di wilayah Sleman dan telah menjadi kebanggaan masyarakat Sleman. Awalnya, Partodiredjo, seorang Jogoboyo desa pada Kapanewon Tempel, pada tahun 1917 menerima kenang-kenangan empat butir biji salak dari seorang warga negara Belanda yang akan kembali ke negerinya karena masa tugasnya telah berakhir. Biji Salak yang kemudian ditanam dan dibudidayakannya dengan baik ternyata menghasilkan buah yang manis dan tidak sepat, tidak seperti buah Salak yang selama itu dikenalnya. Pada tahun 1948-an tanaman Salak tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Muhadiwinarto (putra Partodiredjo) warga Sokobinangun, Merdikorejo, Tempel. Karena kelebihannya dalam hal rasa, tanaman salak tersebut cepat berkembang pesat penyebarannya.

              Burung Punglor
              Burung Punglor (Zootheria Citrina) yang tergolong Vertebrata marga Zootheria, bangsa passeriformes, suku Turdidae, dan kelas Aves ini memiliki bulu yang indah. Habitat Punglor adalah hutan sekunder dataran rendah dan dataran yang memiliki ketinggian hingga 900 M di atas permukaan air laut.
              Di wilayah Sleman, burung yang bersuara merdu ini berhabitat kebun Salak Pondoh. Dengan makanan utama cacing tanah dan kumbang (uret), Punglor merupakan predator bagi hama tanaman Salak Pondoh.

              Sumber : http://id.wikipedia.org

              Sejarah Kab. Sleman


              Mengungkap sejarah merupakan perjalanan yang rumit dan melelahkan. Setidaknya pengalaman tersebut dapat dipetik dari upaya Dati II Sleman untuk menentukan hari jadinya. Setelah melalui penelitian, pembahasan, dan perdebatan bertahun-tahun, akhirnya hari jadi Kabupaten Dati II Sleman disepakati. Perda no.12 tahun 1998 tertanggal 9 Oktober 1998, metetapkan tanggal 15 (lima belas) Mei tahun 1916 merupakan hari jadi Sleman. Di sini perlu ditegaskan bahwa hari jadi Sleman adalah hari jadi Kabupaten Sleman, bukan hari jadi Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman. Penegasan ini diperlukan mengingat keberadaan Kabupaten Sleman jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai wujud lahirnya negara Indonesia modern, yang memunculkan Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman.
              Keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman memiliki arti penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk memantapkan jati diri, sebagai landasan yang menjiwai gerak langkah ke masa depan. Penetapan hari jadi ini akan melengkapi identitas yang saat ini dimiliki Kabupaten Sleman.
              Dalam perhitungan Almanak, hari jadi Kabupaten Sleman jatuh pada hari Senin Kliwon, tanggal 12 (dua belas) Rejeb tahun Je 1846 Wuku Wayang. Atas dasar perhitungan tesebut ditentukan surya sengkala (perhitungan tahun Masehi) Rasa Manunggal Hanggatra Negara yang memiliki arti Rasa = 6, manunggal = 1, Hanggatra = 9, Negara = 1, sehingga terbaca tahun 1916. Sementara menurut perhitungan Jawa (Candra Sengkala) hari jadi Kabupaten Sleman adalah Anggana Catur Salira Tunggal yang berarti Anggana = 6, Catur = 4, Salira = 8, Tunggal = 1, sehingga terbaca tahun 1846. Kepastian keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman didasarkan pada Rijksblad no. 11 tertanggal 15 Mei 1916. Penentuan hari jadi Kabupaten Sleman dilakukan melalui penelaahan berbagai materi dari berbagai sumber informasi dan fakta sejarah.

              Adapun dasar-dasar pertimbangan yang digunakan adalah:
              1. Usia penamaan yang paling tua Mampu menumbuhkan perasaan bangga dan mempunyai    keterkaitan batin yang kuat terhadap masyarakat.
              2. Memiliki ciri khas yang mampu membawa pengaruh nilai budaya .
              3. Bersifat Indonesia sentris, yang dapat semakin menjelaskan peranan ciri keindonesiaan tanpa menyalahgunakan obyektivitas sejarah.
              4. Mempunyai nilai historis yang tinggi, mengandung nilai dan bukti sejarah yang dapat  membangun semangat dan rasa kagum atas jasa dan pengorbanan nenek moyang kita.
              5. Merupakan peninggalan budaya Jawa yang murni, tidak terpengaruh oleh budaya  kolonial.

              sumber : http://www.slemankab.go.id